Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2022

Ku melihatmu tetapi kau tidak

Waktu itu hanya hari yang sangat biasa. Matahari bertengger dengan cerahnya membuat cuaca menjadi panas. Keringat mengalir di dahiku seperti sungai dan berakhir di daguku. Aku memutuskan untuk singgah di toko buku terdekat hanya untuk menghindari pengapnya kota ini. Mencari suhu yang lebih rendah beberapa derajat daripada di luar sana. Tetapi aku lupa, melangkahkan kakiku ke sini berarti setuju untuk teringat lagi padamu. Menginjakkan kakiku di sini berarti aku harus siap untuk membuka kenangan-kenangan saat kita bersama di sini. Berdiam diri, tak berbicara satu sama lain tetapi kita bersama. Sama-sama memegang buku yang berbeda. Tetapi senyum simpul yang sama terkadang muncul di ujung bibir kita. Menyadarimu dulu menekuni buku seperti menenun di tiap halamannya membuatku semakin ingin menekuri buku yang ku pegang. Saat ini. Sendirian. Aku bersembunyi dibalik buku humor yang ku temukan di salah satu rak buku. Aku membaca dan membaca tetapi tak kunjung tertawa. Ketika ku mendongak tak a...