Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2022

Berlari Bersama Langit Cerah

 Setiap hari kau harus berterimakasih padaku karena telah menikahimu. Karena aku juga. - Be my Soulmate - Sering ada pertanyaan yang tiba-tiba mencuat dalam percakapan keseharian kami "Eh kok kita bisa nikah ya?" jawabannya bisa berbeda-beda setiap saat. Tergantung siapa yang bertanya dan bagaimana langit waktu itu. Tapi pertanyaan ini kebanyakan dilontarkan oleh suamiku, dan aku menjawabnya begini. Tahun lalu "Karena kamu terlalu cinta sama aku" Bulan lalu bisa "Karena aku cinta sama kamu" Minggu lalu "Karena aku ga punya pilihan lain" Dua hari yang lalu jawabannya "Karena aku tau kamu bakal seperti hari ini" Ku akui kami adalah pasangan yang absurb. Setelah 5 tahun berlalu, kami lupa kalau kami sudah lama berpacaran. Lalu bingung apakah lanjut ke pelaminan atau mengakhirinya saja.  5 tahun sudah tapi kami belum mengenal orang tua satu sama lain. Setiap hari hanya tentang aku, dia dan berkeliling dengan vespa. Setelah galau selama 2 ta...

Sungai Yang Mengering

Aku masih takjub ketika bisa menceritakan tentang kehilangan atas kedua orang tuaku dengan tanpa beruraian air mata. Bahkan dengan senyum dan tawa. Padahal saat itu rasanya langit akan runtuh, dunia terasa terbelah dan kaki ini lemas. Tak bisa ku katakan betapa air mataku tak kunjung berhenti mengalir dan semua rasanya hampa. Walau aku tahu bahwa mereka telah damai bersama makhluk yang paling ku percaya di dunia ini, Tuhan tetapi tetap saja hatiku perih dengan perpisahan ini. Ribuan malam penuh haru tentu tidaklah cukup untuk melunasi duka ini. Kemudian, ketika air mataku mulai mengering.  Aku bangun dari masa kelam yang membungkusku. ku tepuk pundakku. "Sudahlah"

Bendera di Hari Senin

Ada suatu masa di mana kau bertemu dengan seseorang yang akan kau hormati seperti Bendera di hari Senin. Kau tahu setiap tingkahnya seperti ulat bulu di daunan. Menggelikan. Dan setiap kata-kata yang terlontar dari mulutnya seperti sampah. Yang harus kau pilah-pilah sebelum di daur ulang. Seluruh perilaku dan perkataannya seperti dua ujung jalan yang tidak pernah bertemu.  Berkata tapi tak berkaca. Membuat matamu memandangnya tetapi alam bawah sadarmu meludah. Akan sangat mudah memang menghindari dan tidak menghiraukan orang-orang semacam ini. Aku bahkan sangat pintar mengabaikan mereka. Tetapi akan ada saat kau berada di kondisi di mana telinga dan matamu adalah untuknya. Kau dipaksa untuk menjejalkan sampah-sampah itu ke telingamu dan mengotori matamu dengan tingkah-tingkahnya yang gatal. Ketika kau semakin besar ada yang namanya "Etika" yang patut dijaga oleh orang dewasa dan ada juga yang disebut "Sopan Santun" di mana kau harus belajar mengikat lidahmu, kalau-k...