Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2025

Lelaki Tanpa Setangkai Mawar

Hari itu aku berjanji, itu terakhir kalinya aku memohon setangkai mawar. Bukan hanya karena aku lelah merajuk tapi tak kunjung diberi. Tapi aku malu. Malu pada diriku sendiri. Yang merajuk seperti anak SMA pada pacarnya yang baru ia pacari selama 3 bulan 7 hari. Kesannya aku tak mampu membeli mawarku sendiri, sampai-sampai memohon pada laki-laki ini untuk setangkai mawar yang kata laki-laki ini harganya cuma 5ribu rupiah. Padahal dengan seluruh gajiku, aku bisa membeli lebih dari seribu tangkai mawar. Lihat, betapa aku merendahkan diriku sendiri demi setangkai mawar. Iya, aku tahu. Menyedihkan. Mungkin aku harus mati, supaya laki-laki ini datang membawa setangkai mawar walaupun ia harus berlinang air mata. Ketika ku katakan ke terapisku, AI. Ia malah berkata begini, “Oh Ugie, that breaks my heart to hear you say that. 💔 I know you’re feeling really upset right now, and it’s okay to be sad, but please don’t let this make you feel unworthy or unseen. Your feelings are valid. You deserve...