“Dia selalu begitu” Kata suamiku, yang tengah membicarakan kenalan kami yang seringkali dia dapati sedang senyum-senyum sendiri ketika sedang mengendarai motor. Suamiku menganggap hal itu lucu dan kerap bercerita dengan nada setengah mengejek. Awalnya aku ikut tertawa, lalu merenung. “Bukankah kita semua seperti itu?” gumamku. “Seperti apa maksudmu?” tanya suamiku. “Memangnya, ketika kita mengendarai motor seorang diri, tanpa teman. Apa yang kamu lakukan sepanjang perjalanan? Kamu ga ngobrol sama dirimu sendiri?” Suamiku sedikit menaikkan alis di sebelah kanan “Aku biasanya bernyanyi atau memikirkan nanti siang makan apa, atau tentang pekerjaan” “Sepertinya dia juga seperti itu, sedang mengkhayal” “Tetapi kenapa sambil senyum-senyum begitu?” ejek suamiku “Karena kami para wanita lebih ekspresif taauu!” Kataku bangga, sambil melanjutkan suapan nasiku. Petang ini kami makan di luar, ya makan di teras. Sedangkan anak-anakku yang sudah selesai makan tengah bermain d...
Hanya sebuah ruang untuk merindu