Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2024

Bertemu Kartini

 “Kartini dengan lantang dan jernih menyuarakan pikiran-pikirannya, menentang terang-terangan feodalisme, ketimpangan hak atas pendidikan, dan diskriminasi terhadap perempuan.” (Pramoedya Ananta Toer, Panggil Aku Kartini Saja).  Perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan menempuh berbagai rintangan berupa budaya dan adat yang sudah menjelma menjadi aturan tak tertulis dalam masyarakat yang sulit untuk diubah. (Waltri, Jalastoria.id). Di jaman Kartini dulu, para laki-laki menganggap perempuan tak usah mengejar pendidikan setinggi-tingginya karena toh tugas perempuan ujung-ujungnya di dapur. Perempuan memang harus belajar sebanyak-banyaknya dan setinggi-tingginya, walaupun mungkin ujung-ujungnya adalah dapur. Karena “dapur” perempuan yang pintar tentu akan berbeda dengan perempuan yang tidak belajar. Lalu perempuan-perempuanlah yang akan melahirkan bayi-bayi ke dunia. Mengajari anak-anak mereka dengan baik dan tulus supaya dunia in...