Apakah semua orangtua akan menerima anaknya apa adanya?
Seperti orangtuaku yang mencintaiku seada nya aku.
Seperti ibuku yang pernah berkata betapa bangganya ia kepada anak-anaknya,
walau kami masih berupa kerikil yang belum diasah.
Yang mungkin kalau diasah pun takkan pernah menjadi berlian.
Sudut pandang ini sangat tidak bisa aku mengerti, sampai akhirnya aku melahirkan putraku sendiri.
Yang ketika dia tersenyum saja seluruh hidupku seakan akan baik-baik saja.
Ku banggakan ia dengan prestasi yang belum ia miliki.
Aku mencintainya.
Mungkin seperti orangtuaku mencintaiku.
Cinta seperti ini yang sedang aku butuhkan.
Ku harap aku akan selalu mencintai anakku seperti ini.
Dan tidak memberikan beban berlebihan atas egoku.
Comments
Post a Comment