Ku sering membingkai senyumnya di anganku.
Menerka-nerka bagaimana aroma tubuhnya dulu.
Mengira-ngira seberapa pekat warna matanya.
Aku takut lupa,
Bagaimana caranya berbicara padaku.
Mengapa ia selalu berkata seperti itu kepadaku.
Sering pula bertanya-tanya.
Jika nanti kami bertemu di Surga, apakah ia akan masih mengingatku?
Satu-satunya cara supaya beliau tenang di alam sana adalah dengan berjanji bahwa aku akan selalu bersyukur dan bahagia dalam situasi apapun.
Jadi beginilah caraku merindukanya.
Comments
Post a Comment