Skip to main content

Menampar Dunia

 Aku ingin sekali menamparnya. 

Dengan kenyataan dan sedikit kebenaran. Biar ia rasakan bagaimana perihnya hatiku selama ini. Biar ia sadari pedihnya batinku. Aku lelah sekali harus selalu menjelaskan betapa aku lelah. Kenapa aku harus mengikuti standar hidup mereka? bukankan aku tidak berasal dari sana? Standar di tempat asalku berbeda. Tidak semua tangga harus disetarakan. Aku muak sekali harus memikirkan tidak menjadi diriku sendiri. Mual setiap memikirkan bahwa aku tak pantas di sini.

Aku ingin sekali menampar mereka.
Yang mengatakan bahwa semua ini sesederhana melipat origami. Aku ingin sekali menangisi kebodohan mereka. Tentang tak masuk akalnya pikiran mereka. Tentang kemalasan mereka yang merobek kewarasanku.

Aku ingin sekali menampar diriku sendiri.
Aku marah sekali, pada diriku yang membiarkannya menyakiti hatiku. Yang mengijinkan perkataannya menusuk sanubariku.
Aku sedih sekali pada diriku sendiri yang membiarkan tekanan-tekanan hidup mereka menekan pikiranku. Bukankah ada yang namanya "cuek" di dunia ini! Tidakkah aku boleh mempraktekkannya sekali-sekali?


Apakah aku sudah berada di tempat yang seharusnya aku berdiri? Apakah aku tumbuh di kebun yang salah? Apakah ini bukan kakiku? Sudah gila memang.

Comments

Popular posts from this blog

Om Tiatu (English Version)

 “Learn manners. You must greet anyone who comes to the house.” This advice began when my husband’s friend visited our home. My husband and his friend were chatting in front of the house until his friend asked permission to use the toilet. When I realized there was a guest on the terrace, I stopped folding clothes and went out to greet him, offering him lunch as well. Then my husband said that his friend just needed to use the toilet, so I led him inside and said, “ Kanggeang , the house is messy, sorry.” A polite phrase that must be said after offering food. Even if everything is tidy—no dirty dishes scattered, no crumbs from your kids, and the floor freshly mopped—those words are set as default in Bali, maybe even in all of Indonesia. And the guest, of course, is supposed to reply, “It’s okay, our house is the same.” When I first got married and lived in my husband’s village, I was surprised that we offered food to anyone who came to the house. Even if they came at the crack of d...

Om Tiatu

 "Belajarlah sopan santun. Kalian harus menyapa siapapun yang datang ke rumah." Wejangan ini diawali ketika teman suamiku berkunjung ke rumah. Suamiku dan temannya mengobrol di depan rumah sampai akhirnya temannya meminta ijin untuk meminjam toilet. Ketika menyadari ada tamu di teras, aku menghentikan aktifitasku melipat pakaian dan keluar menyapa si tamu dan sekedar menawari untuk makan siang di rumah. Lalu suamiku berkata bahwa ia meminta ijin ke toilet, aku pun mengantarkannya ke dalam rumah dan berkata " Kanggeang , rumahnya berantakan ya" Basa basi yang wajib dikatakan setelah menawari makanan. Walaupun semua sudah tertata rapi, tidak ada cucian piring yang berserakan, tidak ada makanan anakmu berceceran, dan lantai baru dipel tapi kata-kata itu sudah di set as default di Bali, bahkan mungkin di seluruh Indonesia. Dan tamu yang berkunjung sudah seharusnya berkata "Tidak apa-apa, rumah kami juga begitu" Ketika aku awal menikah dan tinggal di rumah sua...

How To Talk To God

“Always believe in God. Because there are some questions that even Google can’t answer.” ---- Anonymous I didn’t realize that praying is difficult for some people until I started working in international networking with people who come from many different countries and diverse cultures. Maybe because I was born and raised in a Hindu family in Bali, praying is so natural for me. This creates a question: How do you talk to God? For me, talking to God is easy. My father used to say that God knows all languages. Even if you are mute. You can say your prayers in your heart or whisper or maybe say out loud. And remember, God is not deaf. God takes many shapes and forms. God may just be a feeling for you or energy. God may be a tree or a flower. But how? Some people start to talk to God on social media. This is a good start as you can talk to God like you are sending an email. Here is a template:           Dear God,            ...